Gubernur Anwar Hafid dan Mensos Gus Ipul Tegaskan Komitmen Atasi Kemiskinan di Sulteng
Pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan penanganan kemiskinan di Sulawesi Tengah menjadi fokus utama bagi Gubernur Anwar Hafid dan Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Ipul. Dalam sebuah acara yang berlangsung di Gedung Pogombo, Palu, pada hari Senin, 20 April 2026, keduanya menegaskan komitmen mereka untuk mempercepat upaya tersebut melalui kolaborasi program prioritas yang diusung oleh pemerintah pusat.
Komitmen Bersama untuk Mengatasi Kemiskinan di Sulteng
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Anwar Hafid mengungkapkan betapa pentingnya pembangunan yang berbasis data sebagai landasan dalam setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) harus menjadi rujukan utama dalam perencanaan program-program pembangunan.
“Perencanaan yang tidak didukung oleh data yang akurat tidak akan memberikan hasil yang optimal. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk menggunakan data sebagai pijakan utama dalam semua kebijakan pembangunan di Sulawesi Tengah,” tegas Gubernur Hafid.
Gubernur juga menyoroti bahwa meskipun ada kebijakan efisiensi anggaran, alokasi untuk program yang berbasis data tetap menjadi prioritas, mengingat angka kemiskinan di Sulteng masih cukup tinggi, yaitu sekitar 10% dari total populasi yang mencapai 3,7 juta jiwa. Selain itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa terdapat sekitar 80 ribu rumah yang masih dalam kondisi tidak layak huni.
Pendidikan dan Perumahan sebagai Fokus Utama
Untuk mengatasi masalah kemiskinan ini, pemerintah provinsi berupaya melakukan intervensi yang lebih nyata, terutama dalam sektor pendidikan dan perumahan. Gubernur Anwar Hafid menjelaskan bahwa pemerintah telah menghapus biaya pendidikan untuk tingkat SMA, SMK, dan SLB, serta menambah bantuan operasional daerah guna meringankan beban biaya pendidikan yang ditanggung oleh masyarakat.
Melalui program beasiswa daerah, ribuan mahasiswa dari Sulawesi Tengah juga mendapatkan dukungan finansial untuk melanjutkan pendidikan mereka, termasuk mahasiswa kedokteran yang menerima bantuan hingga puluhan juta rupiah setiap tahunnya. Ini adalah langkah konkret untuk memastikan bahwa pendidikan menjadi akses yang lebih luas bagi semua kalangan masyarakat, terutama yang kurang mampu.
Program Sekolah Rakyat: Investasi untuk Masa Depan
Salah satu inisiatif yang menjadi fokus Gubernur Anwar Hafid adalah program Sekolah Rakyat. Ia yakin bahwa program ini akan menjadi salah satu pilar utama dalam strategi pengentasan kemiskinan. Dalam sambutannya, Gubernur Hafid berkomitmen untuk menyediakan lahan di pusat kota untuk pembangunan sekolah tersebut.
“Sekolah Rakyat adalah harapan kita untuk masa depan Sulawesi Tengah. Dari sinilah kita akan mencetak generasi yang mampu membawa daerah ini menuju Indonesia Emas 2045,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Investasi di sektor pendidikan, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, diakui Gubernur sebagai kunci untuk memutus rantai kemiskinan yang mengakar. Dengan pendidikan yang baik, generasi mendatang diharapkan dapat berkontribusi lebih besar untuk pembangunan daerah.
Penerapan Transparansi dalam Program Sekolah Rakyat
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan program Sekolah Rakyat. Ia mengingatkan agar tidak ada praktik titipan dalam proses penerimaan siswa, dan memastikan bahwa program ini benar-benar menjangkau mereka yang membutuhkan.
“Sekolah Rakyat bukan hanya bertujuan untuk mendidik anak, tetapi juga memberdayakan keluarganya. Ketika anak lulus, diharapkan orang tua mereka juga sudah mampu mandiri secara ekonomi,” jelas Gus Ipul.
Lebih lanjut, Mensos menjelaskan bahwa program ini dirancang dengan pendekatan yang holistik. Orang tua siswa akan mendapatkan dorongan untuk mandiri melalui berbagai intervensi sosial dan ekonomi, sehingga dapat mendukung pendidikan anak-anak mereka dengan lebih baik.
Persiapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Sebagian besar lulusan dari Sekolah Rakyat menunjukkan semangat tinggi untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, sementara yang lainnya memilih untuk terjun ke dunia kerja sebagai tenaga terampil. Pemerintah pun telah menyiapkan skema pendampingan untuk akses ke perguruan tinggi serta pelatihan kerja yang terintegrasi dengan industri.
“Ini adalah bagian dari strategi besar pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan secara terpadu dan berkelanjutan,” tegas Gus Ipul, menekankan bahwa langkah-langkah ini tidak hanya bersifat sementara, tetapi dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
Kesadaran Kolektif untuk Mengatasi Kemiskinan di Sulteng
Dalam upaya mengatasi kemiskinan di Sulteng, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta sangat diperlukan. Kesadaran kolektif untuk berkontribusi dalam pembangunan sosial dan ekonomi daerah harus ditumbuhkan. Hal ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat luas.
Berbagai program yang telah dicanangkan harus dilaksanakan dengan penuh komitmen dan tanggung jawab. Setiap pihak harus berperan aktif dalam memastikan bahwa tidak ada satu pun warga yang tertinggal dalam proses pembangunan.
Dengan visi dan misi yang jelas, Gubernur Anwar Hafid dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf berharap bahwa upaya yang dilakukan dapat membawa perubahan signifikan bagi masyarakat Sulawesi Tengah. Kerjasama yang baik antara berbagai pihak, termasuk masyarakat, akan menjadi kunci keberhasilan dalam mengatasi kemiskinan di daerah ini.






